Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiiem
Nah, maka penting bagi siapa pun yang mau tampil beda untuk agar mengisinya dulu dengan positive-values atau nilai-nilai kebaikan di dalamnya sebelum anda berbeda, baru anda dipersilakan TAMPIL BEDA sekarepmu tentu sejauh anda bisa mempertanggung-jawabkannya di tengah publik dan juga Tuhan.
Allahu yarham, Gusdur contohnya. Beliau tidak asal beda dalam ucapan dan tindakan, tetapi lebih sebagai pembeda dari yang ada, pembeda yang melahirkan ketegasan, pribadi yang tegas dan lugas, penegesan itulah yang kemudian beliau kerap mengesankan "eccentric" dari sekedar "nyentrik" .. Setuju ?!.
Beda lho ya antara "nyentrik" dengan
"eccentric", di samping tentu saja dari sisi kebahasaan keduanya
memang berbeda, bahasa Indonesia vs bahasa Inggris, namun bukan ini fokus saya, di satu
sisi "nyentrik" itu pada mulanya memang terkesan "asal
beda", asal tampil beda di masyarakat, sedang di sisi lain
"eccentric" tidak semata asal beda, tapi juga harus berisi sebagai
yang mengesankan ada pembeda bahwa anda benar-benar berbeda akan
ke"eccentric"an yang anda tunjukkan, entah itu ucapan atau tindakan.
Nah, maka penting bagi siapa pun yang mau tampil beda untuk agar mengisinya dulu dengan positive-values atau nilai-nilai kebaikan di dalamnya sebelum anda berbeda, baru anda dipersilakan TAMPIL BEDA sekarepmu tentu sejauh anda bisa mempertanggung-jawabkannya di tengah publik dan juga Tuhan.
Allahu yarham, Gusdur contohnya. Beliau tidak asal beda dalam ucapan dan tindakan, tetapi lebih sebagai pembeda dari yang ada, pembeda yang melahirkan ketegasan, pribadi yang tegas dan lugas, penegesan itulah yang kemudian beliau kerap mengesankan "eccentric" dari sekedar "nyentrik" .. Setuju ?!.
