Oleh Sabrur R Soenardi
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiiem
Saudi baru saja mengeksekusi tokoh Syiah garda depan di negeri itu, Syaikh Nimr. Saya pernah melihat sebuah tayangan video berisi pidato Nimr, yang poin-poin pentingnya kurang lebih sebagai berikut :
1. Selama saya hidup, sejak lahir sampai lebih setengah abad ini, saya belum pernah mendapatkan ketenangan dan keamanan;
2. Rezim Saudi selalu "ndobos" bahwa saya menjadi kaki tangan Iran di negeri ini. Saya tegaskan, saya tidak ada kaitan dan ketundukan dengan negeri ini--yang tidak pernah memberi keadilan kepada saya, dan negeri mana pun. Saya hanya tunduk kepada Allah saja;
3. Yang saya tangkap dari cara rezim ini (Saudi) memerlakukan saya, seakan-akan hanya mengacu pada rumus, "Pokoknya kalok kamu Syiah, maka kamu layak mati...!"
4. Sila rezim ini memburu saya, mengeksekusi saya. Pilihan saya dan kita semua cuma dua: hidup merdeka (ahrar) atau mati sebagai manusia-manusia mulia (abrar)...!
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiiem
Saudi baru saja mengeksekusi tokoh Syiah garda depan di negeri itu, Syaikh Nimr. Saya pernah melihat sebuah tayangan video berisi pidato Nimr, yang poin-poin pentingnya kurang lebih sebagai berikut :
1. Selama saya hidup, sejak lahir sampai lebih setengah abad ini, saya belum pernah mendapatkan ketenangan dan keamanan;
2. Rezim Saudi selalu "ndobos" bahwa saya menjadi kaki tangan Iran di negeri ini. Saya tegaskan, saya tidak ada kaitan dan ketundukan dengan negeri ini--yang tidak pernah memberi keadilan kepada saya, dan negeri mana pun. Saya hanya tunduk kepada Allah saja;
3. Yang saya tangkap dari cara rezim ini (Saudi) memerlakukan saya, seakan-akan hanya mengacu pada rumus, "Pokoknya kalok kamu Syiah, maka kamu layak mati...!"
4. Sila rezim ini memburu saya, mengeksekusi saya. Pilihan saya dan kita semua cuma dua: hidup merdeka (ahrar) atau mati sebagai manusia-manusia mulia (abrar)...!